Muchus Budi R. - detikNews
Gubernur Lemhannas, Budi Susilo Soepandji menyatakan cukup banyak sekolah yang enggan menghormati bendera Merah Putih. Namun demikian dia mengimbau Pemda tidak represif terhadap pengelola sekolah-sekolah tersebut.
"Selain yang itu (2 sekolah di Karanganyar) ada banyak sekolah lain yang bersikap serupa. Kami sudah pegang datanya. Itu persoalan serius yang harus segera diselesaikan karena sudah menunjukkan tanda-tanda serangan awal terhadap wawasan kebangsaan," ujar Susilo kepada wartawan di Solo, Jumat (10/6/2011).
Susilo enggan membeberkan data tersebut, namun dia menilai penyelesaian kasus tersebut dilakukan secara persuasif. Pendekatan represif dan sanksi, kata dia, tidak akan menyelesaikan persoalan. Susilo mengatakan pemikiran seseorang tidak dapat dirubah dengan pemberian hukuman.
"Lakukan pendekatan dengan memberikan pemahaman mengenai empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Proses meluruskan kembali pemahaman terhadap pilar kebangsaan harus dilakukan secara intensif," ujar Susilo.
Secara terpisah, Walikota Surakarta Joko Widodo, mengatakan di Solo juga ada sekolah yang tidak bersedia menghormati bendera Merah Putih. Namun Joko enggan menyebutkan nama sekolah itu.
(mbr/fay)
