20/11/10

Ilmiah

Berpikir secara ilmiah merupakan sebuah pemikiran yang berpikir logis dalam memecahkan segala sesuatu. mengambil kesimpulan berdasarkan meteri yang ada dan hasil riset yang didapat dari hipotesi yang sudah diramalkan sebelumnya. tidak semena-mena sekali riset langsung mengambil kesimpulan, Itu adalah Sembrono.


Berpikir ilmiah seperti yang dituliskan sebagai berikut "merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. " Jadi, dalam memecahkan masalah ataupun menerima suatu informasi, semestinya kita melihat, apa yang sebenarnya ada dan terjadi dalam subyek yang menjadi pelaku atau penderita. seperti orang yang mendapatkan informasi tentang suatu organisasi yang buruk dikotanya, namun belum tentu yang diceritakan itu benar. Sehingga, orang yang belum mengerti apa itu organisasi yang dimaksud, sudan men-cap buruk organisasi yang termaksud.


Ilmuan adalah "subyek yang melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena " Kita generasi Indonesia di masa depan harus memiliki jiwa Ilmuan dalam menghadapi Global. bukan menerima ilmu untuk menjadi buruh atau karyawan orang lain. tapi untuk menjadi seorang PROFESIONAL dalam semua bidang di bumi.


ditulis oleh pelajar Indonesia yang ada di Indonesia, Ahmad Ariq.

14/11/10

Pendidikan untuk Mencetak Profesional

Memprihatinkan, satu kata yang dapat saya sampaikan untuk mengambarkan pendidikan bangsa kita sekarang. ada yang mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang di kontrol oleh petingginya untuk mencetak generasi karyawan, dan sedikit yang menelurkan Profesor dan para ahli.

Sebagai seorang pelajar tentu saya ingin mendapatkan yang terbaik dalam menimba ilmu. menjadi seorang yang memang bisa menelurkan bangsa yang berkualitas dan SDM tinggi. Namun, sulitnya menerapkan perubahan dalam Tanah Air kita membuat rencana menjadi impian, gagasan menjadi harapan.

Secara langsung, kita menjadi kurang menghargai pendidikan yang kita dapat. bolos, main Uno di kelas, Online di kelas, menjadi alternatif pelarian mereka yang penat akan bidang studi yang diajarkan

Untuk yang berkatong tebal, mereka bisa menuntut ilmu di negeri orang. Pulang menjadi seorang ahli yang kualahan membangun bangsa kita yang tercinta. Berbeda pendapat memang bisa di toleransi, namun bila terjadi bentrok pendapat, apa yang bisa kita lakukan? Mengajukan pada pengadilan dengan sedikit menyuap? Kenapa suap, korupsi, dan lain sebagainya harus menjadi budaya? Kejahatan politik uang bukan

11/11/10

LPI: Jangan Lebay, PSSI

Kamis, 11/11/2010 22:56 WIB
Muhammad Aminudin - detikSurabaya

Malang - PSSI kabarnya berencana melaporkan wasit dan tim yang berlaga di laga amal gelaran Liga Primer Indonesia (LPI) ke FIFA. Tanggapan LPI? Jangan lebay, PSSI.

Dua laga amal digelar LPI sebagai bentuk pemanasan untuk menggelar kompetisinya. Dua klub dari Indonesia, Surabaya FC dan Persema, dihadapkan dengan tim Indonesia Holland yang berisikan pemain-pemain Indonesia, atau berdarah Indonesia, yang bermain di Belanda.

Mengingat bahwa keberadaan LPI sendiri takditerima dengan baik oleh PSSI, laga amal itu pun terkena dampaknya. Tapi LPI tampaknya cukup santai menanggapi.

"Saya pikir PSSI jangan lebay untuk melaporkan wasit ke FIFA, mau pun timnya yang ikut bertanding ke komdis," kata perwakilan LPI Roso Daras kepada wartawan usai menggelar jumpa pers di Stadion Gajayana, Malang, Kamis (11/11/2010), petang.

Untuk laga Indonesia-Holland kontra Persema, Jumat (12/11/2010), LPI akan kembali menurunkan wasit asal Mesir, sama seperti dalam partai kontra Surabaya FC.

10/11/10

Banner Sahabat



ANTARA
blog serba tersedia





Blogger Ngalamblog-indonesia.com
Komunitas Parkour Indonesia

 

07/11/10

Cerita Merapi di Malaysia

Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Minggu, 7 November 2010 | 13:15 WIB

Inggried Dwi W
Berita mengenai letusan Gunung Merapi menjadi sorotan di media Malaysia. Salah satunya Harian Utusan, edisi Minggu 7 November 2010. Sejumlah berita dimuat dalam halaman yang diberi titel "Tragedi Gunung Merapi". Hal yang menjadi fokus pemberitaan terutama mengenai mahasiswa Malaysia yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Peristiwa letusan Gunung Merapi menjadi sorotan di beberapa media Malaysia. Salah satu harian, Utusan, dalam edisi Minggu, 7 November 2010, menyediakan satu halaman khusus yang diberi titel "Tragedi Gunung Merapi".
Di halaman tersebut berisi tiga berita yang menampilkan berbagai hal terkait letusan Gunung Merapi pasca-meletus dahsyat 5 November lalu. Sebuah berita berjudul "Seperti Kiamat" menceritakan testimoni warga Malaysia yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mahasiswa bernama Srijesh itu berkisah bagaimana pengalamannya saat terjadi letusan dahsyat Jumat dini hari lalu.
Dalam berita itu pula disampaikan bahwa sekitar 386 mahasiswa asal Malaysia yang tengah bersekolah di Yogyakarta akan kembali ke Malaysia dengan menggunakan pesawat Hercules C130 milik Tentara Udara Diraja Malaysia.
Harian itu juga memuat perkembangan terakhir di Yogyakarta dengan mengutip DPA/AP bahwa Gunung Merapi masih terus mengeluarkan awan panas dan letusan-letusan kecil. Berita ini menjadi headline di halaman tersebut dengan judul "Gunung Merapi masih mengancam". Disebutkan, sudah 138 orang tewas dan 289 orang mengalami cedera.
Media lainnya, Harian Metro, memberi judul "Pelajar Pindah ke Solo" untuk menginformasikan kepada khalayak Malaysia bahwa mahasiswa asal Malaysia yang berada di Yogyakarta telah diungsikan ke Solo.
Pejabat Malaysia yang disebut Pengarah Jabatan Penuntut Malaysia di Indonesia, Datuk Dr Junaidy Abu Bakar, mengatakan bahwa para pelajar itu diungsikan menyusul "Yogyakarta diisytihar kawasan darurat dan tidak selamat diduduki" atau menjadi daerah yang berbahaya.
Otoritas Malaysia di Indonesia meminta agar pelajar asal negaranya diberikan cuti untuk sementara waktu. Abu halus yang membahayakan kesehatan menjadi alasan. Masih diupayakan izin mendarat bagi pesawat Tentara Udara Diraja Malaysia di Bandara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah.

02/11/10

Mbah Maridjan

Mbah Maridjan
Kantor
Kunjungan Ki Joko Bodo
Juga Bisa Keren



Karikatur Mbah Kita


Kayaknya lagi baercanda.

Senyum
Sekilas, ketika saya memandangi wajah mbah bangsa yang satu ini, yang saya ingat adalah Abah (Kakek) saya yang kalau menurut saya memang sangat mirip, cuma bedanya, mbah saya menjuru kunci-i sawah dan ladangnya, sedangkan mbah marijan adalah juru kunci gunung merapi, yang tetap berpendirian teguh pada tugasnya sebagai penjaga merapi.