30/10/10

Kelinci sumatra, kelinci paling langka di dunia

Oleh Alex Pangestu  | Kamis, 21 Oktober 2010 | alam

Kelinci sumatra, kelinci paling langka di dunia
 
Kelinci sumatra atau Nesolagus netscheri tercatat sebagai kelinci paling langka di dunia. Hewan ini dinyatakan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature. Sebelumnya, hewan ini pernah dikira punah hingga pada tahun 1990-an berhasil terfoto oleh seseorang.

Kelinci ini terletak pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatra. Karena mereka terletak di tempat yang sangat terisolasi, informasi tentang perilaku dan habitatnya sangat minialm. Bahkan, masyarakat setempat tak memiliki bahasa lokal untuk menyebutnya dan ada yang tak menyadari keberadaannya.

Berdasarkan informasi yang sangat minimal itu, diketahui bahwa kelinci ini aktif pada malam hari. Di siang hari, mereka menghabiskan waktu untuk bersembunyi di dalam liang yang ditinggalkan hewan lain. Sejauh ini, tak ada bukti bahwa mereka menggali lubangnya sendiri.

Kelinci sumatra terlihat menarik sebab memiliki warna bulu yang bermotif garis. Diperkirakan, warna bulu tersebut dimiliki agar kelinci itu bisa menyesuaikan diri dan bersembunyi di dasar hutan hujan tropis. Secara umum, kelinci ini memiliki bulu yang tebal dan lembut, garis-garis yang berwarna coklat kacang, serta satu garis yang memanjang dari tengkuk hingga ekor. Ciri lainnya adalah memiliki ekor warna merah, berbobot lebih kurang 1,5 kg, dan telinga yang lebih kecil dari kelinci umumnya.

Kelinci ini tidak mencari makan seperti hewan lainnya yang berkeliling wilayah tertentu. Mereka memilih untuk hanya berada di daerah sekitar liangnya dan memakan tanaman apa saja yang ada di sana. Tentang reproduksinya, belum ada data yang cukup jelas karena kajian tentang jenis kelinci ini jarang.
Kompas.com

Misi Antariksa: Pesawat Epoxi Kejar Komet Hartley 2

Rabu, 27 Oktober 2010 | 14:36 WIB
NASA
Ilustrasi saat misi Epoxi mendekati komet Hartley 2.
WASHINGTON, KOMPAS.com - Misi pengejaran benda luar angkasa yang dilakukan sebuah pesawat tanpa awak milik NASA akan melesat semakin mendekati targetnya yakni komet Hartley 2. Hari ini, pesawat tersebut melenting ke Bumi dengan memanfaatkan gara gravitasi untuk mempercepat lajunya. Pada tanggal 4 November 2010 pukul 10.01 pagi waktu AS, pesawat luar angkasa Epoxi yang kini bergerak dengan kecepatan 12,5 km per detik itu akan berada pada jarak 700 km dari komet, jarak terdekat yang akan dicapainya.
Peristiwa pendekatan pesawat ruang angkasa ke komet ini akan menjadi catatan sejarah. Untuk kelima kalinya komet tersebut dipotret dengan jarak dekat dan untuk pertama kalinya pesawat yang sama mampu memotret dua komet. Sebelum memotret komet Hartley 2, misi Epoxi yang merupakan kelanjutan misi Deep Impact telah digunakan untuk memotret komet Tempel 1.
Observasi komet Hartley 2 menggunakan Epoxi dimulai pada tanggal 5 Sepertember lalu. Sementara, masa pesawat mulai memasuki wilayah yang dekat dengan komet (encounter phase) akan dimulai pada tanggal 3 November 2010 mendatang, saat pesawat ruang angkasa itu berjarak 18 jam dari inti komet.
Saat pesawat ruang angkasa ini memasuki encounter phase, ia akan mengarahkan dirinya ke komet, memancarkan dua cahaya tampak dan satu infrared ke arah komet. Posisi itu akan terus berlanjut hingga kurang lebih 24 jam dari awal encounter phase.
"Saat itu, pesawat akan mengambil semua citra komet dan menyimpannya di dua komputer yang telah dipersiapkan. Beberapa jam kemudian, pesawat akan mulai mengarahkan dirinya ke bumi sehingga semua citra bisa dikirim ke bumi. Pada saat yang sama, pesawat masih akan mengambil citra-citra baru dari komet," kata Tim Larson, manager proyek Epoxi dilansir situs Badan Antariksa AS (NASA).
Setelah semua citra terkirim, karakter dari nukleus komet Hartley akan mampu teridentifikasi. "Setelah gambar didapatkan, kami akan mampu membedakan karakter nukleus komet Hartley dengan komet Temple 1," kata Mike A'Heam, kepala tim investigasi yang berasal dari Universitas Maryland, AS.
Masa-masa menunggu Epoxi sampai ke titik terdekat dengan Hartley 2 akan sangat menegangkan bagi para anggota tim. Pasalnya, Epoxi sebenarnya bukan sebuah pesawat ruang angkasa baru yang khusus dirancang untuk meneliti komet Hartley 2 sehingga semua kemungkinan bisa terjadi.
EPOXI sebelumnya bernama Deep Impact yang sudah menyelesaikan misi sebelumnya pada 4 Juli 2005. Namun, kondisi pesawat ruang angkasa tersebut masih bagus. Dengan mendaur ulang Deep Impact menjadi Epoxi, NASA mampu menghemat 90 persen pembiayaan untuk misi sejenis. Komet Hartley 2 kebetulan tengah melintas pusat tata surya dan sempat berada pada jarak terdekat dengan Bumi sejauh 18 juta kilometer minggu lalu.

http://sains.kompas.com/read/2010/10/27/14361327/Pesawat.Epoxi.Kejar.Komet.Hartley.2

Lebah Lebih Pintar daripada Komputer

Kamis, 28 Oktober 2010 | 15:32 WIB
SHUTTERSTOCK
KOMPAS.com — Lebah bisa memecahkan kasus klasik bernama "Travelling Salesman" dalam dunia komputer dengan catatan waktu yang singkat. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti di Queens Mary University di London, Inggris.
"Travellling Salesman" membuat komputer harus menemukan rute terpendek dari kota-kota yang harus dilalui oleh seorang pedagang. Syaratnya, sebuah kota hanya boleh dilewati satu kali.
Untuk membuat kasus yang mirip, para peneliti melakukan simulasi menggunakan bunga yang dikontrol oleh komputer. Para peneliti ingin mengetahui cara lebah menemukan semua bunga. Apakah lebah akan hinggap di bunga yang lebih dulu ditemukannya atau berusaha mencari rute terpendek? Ternyata, lebih mempelajari kondisi lebih dulu, lalu dengan waktu singkat berhasil menemukan rute terpendek.
"Lebah butuh banyak energi untuk terbang sehingga mereka harus menemukan rute yang efisien," kata peneliti. Para peneliti juga menambahkan kalau lebih memanfaatkan sudut sinar matahari untuk melakukan navigasi dan kembali ke sarang mereka. "Untuk melakukan itu, otak mereka harus didukung memori yang kuat," kata seorang peneliti dari Queens Mary University.
Hasil penelitian ini, seperti dijelaskan oleh Queens Mary University, bisa dipakai untuk lebih memahami masalah jaringan, seperti lalu lintas, jaringan distribusi, serta pengendalian penyakit. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

http://sains.kompas.com/read/2010/10/28/15324190/Lebah.Lebih.Pintar.daripada.Komputer

Gua Harimau: Menyingkap Fajar Sejarah Sumatera

Jumat, 29 Oktober 2010 | 10:34 WIB
HANDOUT
Tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI melakukan penelitian situs purbakala yang ditemukan di Gua Harimau Desa Padangbindu Kecamatan Semidangaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Di tempat ini ditemukan 4 fosil manusia berumur sekitar 3.000 tahun dengan panjang kerangka yang masih utuh sekitar 2 meter. Selain itu juga ditemukan lukisan pada dinding gua yang selama ini belum pernah ditemukan pada berbagai penelitian gua di seluruh Indonesia. Temuan lain di tempat ini berupa peralatan rumah tangga yang terbuat dari batu. Tim peneliti dipimpin Prof DR Truman Simanjuntak dengan anggota 10 orang tersebut memulai penelitian secara intensif sejak tanggal 14 hingga 28 Febrauri 2009. Foto ini dirilis pada jumpa pers di Pendopo Kabupaten OKU, Rabu (4/3/2010) malam.
KOMPAS.com — Daun dan semak di sepanjang jalan setapak menuju perbukitan karst itu masih basah oleh embun pagi. Kokok ayam dari kampung terdekat terdengar kian sayup. Di pertigaan jalan setapak yang licin itu, ketika jalan mulai menanjak, dua anggota rombongan memutuskan berpisah.
Pindi dan Fadhlan sudah ditunggu penunjuk jalan yang akan membawa mereka ke satu ceruk gua di bukit sebelah timur. Dua hari sebelumnya diperoleh dari seorang penduduk penjaga sarang walet tentang keberadaan beberapa gua yang diduga menyimpan jejak hunian manusia, jauh di masa lampau.
"Tengah hari nanti kami akan menyusul ke Gua Harimau," kata Pindi Setiawan, ahli komunikasi visual dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB), yang juga ahli lukisan gua prasejarah.
Fadhlan S Intan, geolog yang bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas), hanya berpesan kepada Nurhadi Rangkuti—Kepala Balai Arkeologi Palembang yang baru bergabung dengan tim sehari sebelumnya—agar berhati-hati menapaki jalan licin menuju Gua Harimau. "Licin, terjal, dan banyak pacet," kata Fadhlan setengah berteriak, sebelum ’menghilang’ di tikungan jalan menanjak yang bersemak perdu.
Temuan istimewa
Gua Harimau, itulah nama yang diberikan penduduk di sana. Gua Harimau, itu pula nama resmi yang sejak tiga tahun lalu masuk dalam peta penelitian arkeologi prasejarah Indonesia. Masyarakat setempat dan kalangan ilmuwan memang menggunakan kata "gua" (juga dalam pelafalannya, seperti juga tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan bukan "goa" (istilah yang sebetulnya tidak dikenal dalam bahasa Indonesia baku sehingga seharusnya dihindari, tetapi masih kerap dipakai) untuk menyebut liang atau lubang besar di kaki perbukitan.
Disebut Gua Harimau, konon—menurut para penduduk setempat—gua ini pernah menjadi tempat harimau berdiam. Lokasi gua cukup tersembunyi di lereng perbukitan karst, tertutup pepohonan tinggi dan penuh semak belukar di jalan setapak yang terjal menutup lereng bukit. Di bawahnya, sungai kecil (penduduk menyebutnya Aek Kaman Basah) mengalir dan bermuara ke Sungai Ogan.
Gua Harimau hanyalah satu di antara puluhan gua di daerah ini yang diindikasikan sebagai lokasi hunian manusia prasejarah. Namun, bagi para ahli arkeologi, Gua Harimau jadi istimewa karena—dari hasil ekskavasi sementara—selain ditemukan belasan rangka manusia purba, juga terdapat lukisan prasejarah.
Terkait keberadaan lukisan gua (art rock) itu, Truman Simanjuntak, ahli arkeologi prasejarah dari Puslitbang Arkenas, bahkan menyebutnya sebagai temuan yang sangat spektakuler. Anggapan disampaikan karena selama ini ada semacam keyakinan di kalangan arkeolog bahwa di bagian barat Indonesia (baca: Jawa dan Sumatera) tidak tersentuh budaya lukisan gua. Anggapan itu didasarkan pada hasil penelitian sejak puluhan tahun lalu dan mereka hanya menemukan lukisan gua di wilayah Indonesia bagian timur.
"Akan tetapi, penemuan ini telah membalikkan anggapan tersebut, bahkan mengubah pandangan lama terkait zona sebaran lukisan gua di Asia Tenggara," kata Truman Simanjuntak.
Sebelumnya, dari sekitar 20 gua di kawasan ini yang telah dieksplorasi oleh tim Puslitbang Arkenas bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Perancis untuk Pembangunan atau Institut de Recherche pour le Developpement (IRD) pada awal tahun 2000-an, tidak satu pun yang menyimpan lukisan gua. Temuan yang diperolah hanya jejak-jejak hunian manusia dari rentang 9.000-2.000 tahun lalu.
Baru pada penelitian tahun 2009, arkeolog E Wahyu Saptomo yang bertindak sebagai ketua tim secara tidak sengaja menemukan sejumlah guratan di dinding dan langit-langit bagian timur laut Gua Harimau. Setelah diamati lebih cermat, guratan-guratan merah kecokelatan yang tak begitu jelas bentuknya itu tak lain adalah bagian dari apa yang dikenal sebagai lukisan prasejarah.
Sementara dari kegiatan ekskavasi di lantai gua, tim yang telah mengupas lapisan tanah hingga kedalaman 90 sentimeter menemukan belasan rangka manusia. Hasil identifikasi Harry Widianto, ahli paleoantropologi yang juga adalah Kepala Balai Penelitian dan Pelestarian Situs Purbakala Sangiran, menunjukkan bahwa manusia prasejarah yang terkubur di Gua Harimau adalah ras Mongoloid.
Dua jenis temuan (rangka manusia dan lukisan prasejarah) ini, berikut artefak-artefak pendukungnya, dinilai sangat penting sebagai bahan dasar untuk merekonstruksi sejarah peradaban prasejarah di kawasan ini pada khususnya dan Sumatera pada umumnya.
Sang pendahulu
Berbeda dibandingkan dengan keberadaan manusia prasejarah di Pulau Jawa pada umumnya—sebutlah seperti Pithecanthropus erectus ataupun Homo soloensis dan Homo mojokertensis sebagai bagian dari Homo erectus—yang populasinya diperkirakan musnah pada kala Pleistosen, daur hidup ras Mongoloid dari Gua Harimau justru terus berlanjut. Begitupun manusia ras Mongolid prasejarah di wilayah Nusantara lainnya, yang masuk ke Nusantara sejak 4.000 tahun lalu.
Ras Mongoloid yang membawa budaya tutur Austronesia ini pada tahap evolusi berikutnya membangun peradaban baru: meninggalkan gua dan mulai mengembangkan tradisi bercocok tanam di perladangan. Tentu hal itu dalam wujud yang paling sederhana, sembari tetap meneruskan tradisi para pendahulunya sebagai manusia pemburu-peramu.
Sisa-sisa gerabah di antara alat-alat serpih dari rijang dan obsidian, serta batuan lain yang ditemukan dalam ekskavasi, menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki kemampuan memanfaatkan alam lingkungan sekitar untuk kehidupan sehari-hari. Dikaitkan dengan temuan kubur-kubur yang berorientasi timur-barat sebagai simbol siklus kehidupan, juga keberadaan lukisan yang ditorehkan di dinding dan langit-langit gua, menguatkan dugaan bahwa mereka sudah mengenal kehidupan yang lebih kompleks daripada sekadar manusia pemburu-peramu.
Oleh karena itu, baik Harry Widianto maupun Truman Simanjuntak sepakat bahwa kehadiran mereka sekaligus menandai awal keberadaan nenek moyang bangsa ini. Kelompok ras Mongoloid yang tiba di Sumatera pada 4.000-3.500 tahun lalu, setelah kedatangan migrasi pertama kelompok ras Australomelanesid pada akhir Zaman Es sekitar 11.000 tahun lalu, inilah yang menghadirkan budaya tutur Austronesia; cikal bakal nenek moyang bangsa ini.
"Mereka adalah leluhur bangsa Indonesia sekarang," kata Truman Simanjuntak. "Saya percaya sisa-sisa (rangka) manusia dari Gua Harimau termasuk para penghuni awal manusia di Sumatera," kata Harry Widianto.
Kenyataan ini seharusnya makin menumbuhkan kesadaran ke-"bhinekatunggalika"-an kita sebagai bangsa. Dalam persebarannya di Nusantara, tiap kelompok beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda sehingga lambat laun melahirkan keragaman fisik dan budaya. Selanjutnya terjadi apa yang kemudian kini dikenal sebagai masyarakat yang plural dan multikultur.
"Inilah hakikat penting belajar prasejarah, yakni untuk memahami latar belakang keberadaan kita pada masa sekarang serta memberi arah dan nilai pada kehidupan masa depan," ujar Truman Simanjuntak.
Jadi? Mari terus kita rajut Nusantara! (KEN)

http://sains.kompas.com/read/2010/10/29/10343944/Menyingkap.Fajar.Sejarah.Sumatera

Teori Oppenheimer : Indonesia adalah Induk Peradaban Dunia

Sabtu, 30 Oktober 2010

Hasil riset yang menyimpulkan bahwa Indonesia sebagai induk peradaban dunia mendapat sorotan para peneliti di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) langsung merespon temuan Profesor Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris tersebut sebagai bahan perdebatan yang menarik untuk diungkapkan kepada publik.
Dr. Hery Harjono, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI, mengungkapkan bahwa menarik untuk mencermati penelitian yang menyebutkan Indonesia merupakan awal peradaban dunia. Analisis yang sering dikenal sebagai Teori Oppenheimer tersebut tertuang dalam buku karangannya berjudul "Eden in the East". Menurutnya, pendapat tersebut tentu bisa menjadi referensi bagi masyarakat Indonesia untuk melengkapi berbagai teori yang telah berkembang.
"Teorinya dikenal sebagai Oppenheimer Theory yang dengan tegas menyatakan bahwa nenek moyang dari induk peradaban manusia modern (Mesir, Mediterania dan Mesopotamia) adalah berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sunda land (Indonesia)," paparnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (27/10/2010).
Dia menambahkan bahwa "Eden In The East" mendasarkan kesimpulannya kepada penelitian yang dilakukan selama puluhan tahun. Dokter ahli genetik dengan struktur DNA manusia tersebut, lanjutnya, melakukan riset struktur DNA manusia sejak manusia modern ada selama ribuan tahun yang lalu hingga saat ini dengan pendekatan dasar yang digunakan disiplin keilmuan kedokteran, geologi, linguistik, antropologi, arkeologi, dan folklore.
Lebih lanjut, Hery mengulas bahwa buku Prof. Dr. Stephen Oppenhenheimer menegaskan orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) bukan berasal dari China sebagaimana yang terpampang dalam setiap teks sejarah buku pelajaran, melainkan dari orang-orang yang datang dari dataran yang hilang dari pulau-pulau di Asia Tenggara.
Penyebaran kebudayaan dan peradaban tersebut, sambungnya, disebabkan "banjir besar" yang melanda permukaan bumi pada 30.000 tahun yang lalu. "Inilah yang menarik diperdebatkan dan menjadi kontroversi karena pertentangan dengan teori sebelumnya," pungkasnya.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Ufuk Publishing House menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Menelusuri Jejak Sejarah: Indonesia Awal Peradaban Dunia?" Seminar ini berlangsung di Widya Graha LIPI Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta pada Kamis (28/10/2010) pukul 09.00 WIB.
Pembicara utama (keynote speaker) seminar adalah Jimly Ash-Shiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Kemudian, pembicara tamu dari Oxford University, Inggris yakni Prof. Dr. Stephen Oppenheimer dan Dr. Frank Joseph Hoff dari University of Washington. Sementara, pembicara lainnya yaitu Prof. Dr. Sangkot Marzuki dari Lembaga Eijkman dan Dr. Eko Yulianto dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.
Kompas, 27 Oktober 2010 
http://www.lipi.go.id/

26/10/10

Datang untuk pergi


 semua orang pasti datang untuk menyelesaikan masalah mereka ataupun sekedar kepingin. entah itu masalah tugas kantor, tugas kuliah, ataupun masalah pribadi.yang namanya teman adalah orang yang datang hanya karena "ingin berteman". bukan taman jika mereka datang karena mengharapkan kecipratan duit karena mereka kaya, atau karena bapaknya pejabat tinggi, sehingga bisa dapat keringanan hukum.


seorang yang bisa disebut teman adalah, teman yang bisa menutup hal-hal buruk temannya dan menceritakan kebaikannya kapada orang lain dan datang untuk menbantu buakn untuk mengacaukan temannya.




SEKIAN

19/10/10

Ganti "Title"

Indonesian parkour practitioner blog adalah nama lawas dari arick-traceur.blogspot.com, yang sekarang kata 'parkour' dihilangkan hingga menjadi Indionesian praktitioner blog. karena kami tidak terbatas menyediakan hal-hal berbau parkour saja. Tapi kami tetap menyediakan segala hal tentang parkour sebanyak yang kami tahu tentang parkour.

mengapa kata "parkour" dalam title kami dihilangkan? karena kami tidak hanya menyediakan parkour semata, tetapi juga berita, artikel, dan bahan diskusi serta pemikiran pemikiran anak bangsa.

Semoga saja arick-traceur.blogspot.com tetap bisa berjaya dalam ranah majelis bloggeriyah tanah air INDONESIA JAYA.

Tiga Anak Orangutan Terlantar Ditampung di Samboja


Balikpapan (ANTARA News) - Tiga ekor anak orangutan (Pongo pygmaeus) yang terlantar --tersesat dari habitatnya dan memasuki kawasan perkebunan atau pemukiman warga-- kini telah ditampung di Pusat Rehabilitasi Orangutan Semboja, Kaltim.

Dilaporkan di Balikpapan, Rabu bahwa sejak akhir pekan lalu, ketiga anak orangutan yang masing-masing berama Abdul (3 tahun), Bulu (1) dan Jo (6) berada dalam fasilitas yang dikelola oleh Borneo Orangutan Survival (BOS).

Anak orangutan yang "yatim piatu" itu kini sudah berada di fasilitas penampungan sementara yang disebut Halfway Home milik BOS di Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim, 60 km utara Balikpapan.

Ketiganya anak primata itu dijemput dari kandang sementara milik Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Bulu ditemukan tersesat dari habitatnya dan memasuki kawasan d perkebunan kelapa sawit di Sebulu, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Apabila Bulu terbukti terlantar karena pembukaan hutan untuk kelapa sawit, perusahaan pemegang kuasa perkebunan tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya," ujar Kuspriyadi Sulistyo, Kepala BKSDA Kalimantan Timur.

Halfway Home ini berjarak 6 km dari kawasan Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari (PROKT-SL) di Samboja.

Abdul dan Jo telah berada di Kantor BKSDA di Tenggarong, Kutai Kartanegara, sejak Juli 2010. Bulu di bawah pengawasan para petugas BKSDA dalam empat minggu terakhir.

"Di Halfway Home, Abdul dan Jo ditempatkan di kandang terpisah sementara Bulu diasuh babysitter," papar Aschta Boestani, manajer program regional BOS Kalimantan Timur.

Ketiga anak orangutan dijemput khusus oleh Aschta bersama tim khusus BOS dari Samboja Lestari. Tim itu beranggotakan Ali Munthaha, manajer Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari (PROKT-SL), dan veterenary (dokter hewan) Agus Irwanto.

Aschta hadir untuk memastikan dokumen-dokumen penyerahan ketiga anak orangutan cukup dan lengkap. drh Agus memastikan kesehatan primata tercerdas setelah gorilla dan simpanse tersebut cukup kuat untuk perjalanan.
(ANT-188/I014/R009)
COPYRIGHT © 2010

Kisah Pawang Hujan di Depan Istana

Bijai Marpaung, seorang pawang hujan, berdoa agar hujan turun di kawasan Monumen Nasional, Rabu (20/10/2010).


JAKARTA,KOMPAS.com — Di antara para petugas kepolisian yang berjaga-jaga di depan Istana Negara, ada seorang "petugas keamanan" yang bekerja sangat unik. Orang ini bukan polisi, melainkan pawang yang berupaya menurunkan hujan di sekitar Monumen Nasional.  Sambil mengangkat kedua tangannya, Bijai Marpaung, nama pawang asal Medan itu, memanjatkan doa-doa yang dibuatnya sendiri. "Kuruk... kuruk... kuruk... kuruk... kuruk.. kuruk... kuruk... kuruk," katanya berulang-ulang sambil menengadahkan kedua tangannya dari atas kepala hingga sujud menyentuh tikar plastik yang dikenakannya.  Begitulah cara Bijai Marpaung "bernegosiasi" kepada Sang Khalik. Ia berharap, "komunikasi" itu menghasilkan hujan pada saat pengunjuk rasa datang di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.  Asal Anda tahu, sebelum memulai prosesi doa itu, pria 48 tahun tersebut terlebih dulu minta izin kepada Kepala Polda Metro Jaya Irjen Sutarman. "Pak Kapolda, saya pawang hujan. Mohon izin kiranya Bapak menginginkan hujan atau sebaliknya," kata Marpaung yang disambut ramah oleh Kapolda.  Sambil senyum-senyum, Sutarman menjawab agar Marpaung menurunkan hujan. "Biar enggak ada demo," ujar Marpaung menirukan permintaan Sutarman.  Benar saja, begitu para demonstran mulai mendatangi kawasan Monas, tepatnya di depan Istana Negara, Marpaung langsung beraksi. Sambil duduk di atas alas plastik berukuran 1 x 1,5 meter, ayah dua putra itu duduk bersila ditemani tongkat hitam di sebelah kirinya dan setengah gelas air susu dan sebotol air mineral. Inilah perlengkapan sederhana yang ia butuhkan selama menjalankan "tugas".  Sebetulnya masih ada syarat lain yang ia perlukan, tetapi itu hanya dipenuhi kalau ia disewa pihak tertentu dan dibayar. "Syaratnya, rokok Surya 16 dua bungkus dan korek api. Itu kalau orang minta buat hajatan," kata pawang yang pernah dibayar Rp 1,5 juta oleh seorang artis Ibu Kota tersebut.  Selama di Monas kali ini, Marpaung tidak mengharapkan imbalan uang. Namun, kalaupun ada orang yang ingin memberinya upah, laki-laki yang menekuni ilmu kepawangan sejak 1999 itu tidak akan menolak. "Waktu di Medan, saya sering jadi pawang di Polda dan Pangdam. Sudah enam generasi di sana," ceritanya kepada Kompas.com.  "Saya pernah ditangkap di sini (depan istana) tahun 2003, sebelum upacara 17-an. Dikira teroris, tapi sehari kemudian dilepas," tambahnya.  Marpaung yang kini hidup merantau tanpa sanak saudara tidak pernah menetap di satu tempat. Sejak setahun tinggal bersama kejamnya Ibu Kota, tidurnya berpindah-pindah. Kadang di masjid, kadang di stasiun. "Ini saya baru kehilangan dua handphone di Stasiun Senen," katanya menutup pembicaraan.  Boleh percaya atau tidak, sekitar pukul 11.10, gerimis hujan mulai turun di kawasan Monas. Padahal, sebelumnya cuaca cukup panas meski langit berangsur-angsur mendung.

Satu Tahun Tragedi Pencitraan

Oleh Effendi Gazali

KOMPAS.comSetiap kali bertemu Tama Langkun, saya selalu bertanya-tanya, ”Apa yang ada di dalam hati Tama, dan apa pula yang ada di dalam hati Pak Beye (Susilo Bambang Yudhoyono)?”

Aktivis Indonesia Corruption Watch ini diserang orang tak dikenal (8 Juli dini hari) di tengah perjalanan pulang. Tama terluka serius kena bacokan dan dilarikan ke rumah sakit. Melalui Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana, Pak Beye mengirimkan surat dukungan kepada Tama untuk mendapatkan keadilan atas kasusnya.

Tak tanggung-tanggung, Pak Beye bahkan kemudian mengunjungi Tama di rumah sakit. Ia pun memberikan keterangan pers setelah pertemuan yang mengharukan dengan Tama. Berita ini masih tercatat segar pada situs resmi presiden tertanggal 10 Juli.

Ahad, 17 Oktober, saya bertemu Tama yang balik ”mengunjungi” Pak Beye di depan istananya. Kami ikut memberikan dukungan kepada teman-teman Kontras dan korban pelanggaran HAM yang membuat ”Aksi Pasar Lupa”.

Demikian banyak yang dilupakan Pemerintah. Peristiwa 27 Juli, tragedi Trisakti, Semanggi (untuk menyebut beberapa di antaranya), sampai kasus Tama, lalu penyerangan terhadap umat beragama lain, dan sebagainya. Keluarga korban menampilkan menu dan transaksi pasar politik serta bisnis seperti apa yang melatarbelakangi kelupaan itu.

Di sisi lain, tokoh politik pasti banyak yang lupa bahwa sampai Kamis (14/10/2010), Sumarsih (ibunda Wawan, korban peristiwa Semanggi) bersama rekan-rekan sudah 180 kali berdemo di depan Istana serta mengirim 150 surat kepada Pak Beye. Sama seperti Tama, Bu Sumarsih pun telah bertemu Pak Beye (bukan sebagai jawaban terhadap demo mereka, tetapi karena diajak oleh KontraS saat diterima Presiden).

Pasti banyak pembaca yang bertanya, apa yang ada di dalam hati Pak Beye ketika menjanjikan dukungan kepada Sumarsih dan Tama? Jika peristiwa itu hanya dimaksudkan berhenti pada seremonial dan liputan media, pencitraan akan efektif menjadi senjata makan tuan.

Substansi berbalik

Supaya pencitraan tidak ”berbalik menyerang tuannya”, substansi pencitraan biasanya dibatasi dan diluncurkan berhati-hati. Atau, jika ingin sesuatu yang panjang, dibutuhkan keterlibatan total seperti Presiden Sebastian Pinera pada kasus kecelakaan tambang San Jose, Cile.

Contoh lain soal substansi yang juga banyak dibahas di halaman Opini ini menyangkut pembatalan kunjungannya ke Belanda. Pak Beye menyatakan, yang tidak bisa ia terima adalah ketika Presiden RI berkunjung ke Den Haag atas undangan Ratu dan juga Perdana Menteri Belanda, digelar sebuah pengadilan yang antara lain untuk memutus tuntutan ditangkapnya Presiden RI. Bagi Indonesia, bagi Presiden, kalau sampai digelar pengadilan saat ia berkunjung ke sana, itu menyangkut harga diri dan kehormatan kita sebagai bangsa (kutipan situs presiden, 5/10/2010).

Beberapa teman pemerhati komunikasi politik di Belanda mengirim analisis bahwa pesan seperti itu berbahaya bagi Presiden sendiri. Timbul kesan, Pemerintah Indonesia selama ini memang biasa mengatur-atur kapan sebuah sidang pengadilan akan digelar. Dan dengan itu, mereka tersirat mengharapkan Pemerintah Belanda melakukan hal yang sama. Kita tahu bahwa sesuai dengan prinsipnya pengadilan di sana memegang teguh independensi.

Barangkali pembaca akan bertanya lagi, apakah tidak disadari logika berbahaya seperti itu? Atau, sebegitu besarkah kekeliruan intelijen membaca peta pengaruh Republik Maluku Selatan (RMS) yang sesungguhnya mengecil di Belanda?

Hening cipta Wasior

Batal ke Belanda, Pak Beye ikut menonton pertandingan PSSI melawan Uruguay di Stadion Senayan (8/10/2010). Padahal, 4 Oktober pagi terjadi banjir bandang di Wasior, Papua Barat. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton bergegas mengirimkan surat ikut berdukacita kepada Presiden pada 6 Oktober. Sampai saat itu, Pak Beye belum memberikan pernyataan langsung terkait bencana Wasior.

Tentu Menlu Hillary Clinton memiliki cara tersendiri menyatakan empati. Presiden Cile Pinera punya sikap khas pula menghadapi bencana rakyatnya. Untuk Pak Beye, saya berandai-andai jika di antara penasihatnya ada yang berpikir dengan sudut pandang para korban. Ini sekadar perbandingan mengantisipasi sekiranya terjadi persoalan yang lebih kurang serupa.

Saya bayangkan, malam itu saat turun ke lapangan hijau seusai menyalami pemain PSSI dan Uruguay, Presiden spontan meminta pengeras suara kepada panitia. Lalu, barangkali Pak Beye mau menyatakan, ”Saya datang untuk memberikan dukungan kepada PSSI. Namun, sebelum pertandingan dimulai, mari kita semua yang ada di stadion ini maupun di seluruh Indonesia mengheningkan cipta dan berdoa untuk saudara-saudara kita yang dilanda bencana di Wasior.”
Setelah tiga puluh detik, Pak Beye bisa menambahkan, ”Saya sedang mempersiapkan keberangkatan ke Wasior. Tetapi, sementara itu, untuk saudara-saudari kita di sana, terimalah salam dan doa dari kami semua yang ada di lapangan ini maupun di seluruh Indonesia.”

Rasanya kita semua berhak mengharapkan penasihat Pak Beye akan mendiskusikan hal tersebut kepada Presiden. Memakai pita hitam di lengan dan hening cipta sudah sangat lazim serta praktik standar di lapangan hijau, bahkan terkadang hanya untuk mengenang bencana relatif kecil atau bintang sepak bola yang meninggal!

Ini hanya penggalan akhir kisah pencitraan satu tahun. Di bagian terdahulu ada kisah tentang Anggito Abimanyu. Ia sudah diumumkan menjadi wakil menteri keuangan oleh pemerintah yang ternyata tidak tahu persis kecukupan administratif dirinya. Ketika enam bulan kemudian ada pengangkatan di posisi tersebut, dia pun lagi-lagi terlewatkan.

Semoga ironi atau tragedi pencitraan tidak terus berlanjut ke tahun kedua. Salah-salah, rakyat makin rindu pada sosok semacam SBP: Sebastian bin Pinera, yang pencitraannya dekat dan tulus kepada rakyat.

*Effendi Gazali Koordinator Program Master Komunikasi Politik Universitas Indonesia
Editor: Glori K. Wadrianto   |   Sumber : Kompas Cetak

16/10/10

Cara bikin banner

Postingan ini atas permintaan Teuku Zulfikar Amin yang ingin membuat banner blognya. Karena saya tahu sedikit tentang pembuatan banner blog ini maka saya coba membantu semampu yang saya bisa. Mudah-mudahan bermanfaat untuk para blogger newbie yang ingin membuat banner blog.
Jika kita perhatikan hasil jadi desain banner saya yang sederhana meski kecil tapi cukup bisa menarik perhatian (benarkah?) ^_^ mungkin karena tulisan pada banner kecil tersebut berkedip-kedip. Susah membuatnya? Tidak juga, malahan mudah kok! Syaratnya Anda bisa mengoperasikan dasar-dasar penggunaan Adobe PhotoShop CS2 dan Image Ready. Silahkan ikuti tutorialnya di bawah ini.

Ukuran banner pada tutorial ini disesuaikan dengan postingan saya terdahulu tentang Penyeragaman ukuran Banner Blogger. Jika Anda ingin banner yang lebih besar silahkan saja setelah Anda mempelajari tutorial ini.
Oke, kita langsung saja,
Bagian Pertama (Membuat Bingkai dan Teks):
  1. Buka Adobe Photoshop CS2
  2. Buka file baru dengan mengklik menu File>New. Pada kotak dialog New
a. Name: Beri nama file dengan nama Anda.
b. Width: 81 pixels
c. Height: 16 pixels
d. Resolution: 72 pixels/inch
e. Color mode: RGB 8 bit
f. Background Content: Transparent.(*)
g. Color Profile: Working RGB: sRGB IEC61966-2.1
h. Pixel Aspect Ratio: Square
i. Klik OK
  1. Perbesar ukuran window kanvas dengan menarik ujung bagian bawah.
  2. Perbesar kanvas dalam dengan menggunakan Zoom Tool (Z) (+).
  3. Buatlah background untuk banner Anda dengan menggunakan Rectangle Tool (U). Sesuaikan dengan ukuran kanvas. Jika sudah ubahlah menjadi Shape dengan mengklik menu Layer >Raterized >Shape.Buatlah bidang seleksi berbentuk Marquee (kotak) dengan menggunakan Rectangular Marquee Tool (M) di atas background lalu klik menu Edit >Clear, sehingga background Anda berbentuk list kotak (bingkai) seperti pada banner saya (contoh).
  4. Buatlah teks nama Blog Anda (contoh, Hakimtea) di tengah-tengah bingkai menggunakan Horizontal Type Tool (T). Sesuaikan ukuran teks dengan bingkai menggunakan Move Tool.
  5. Tambahkan efek Bavel and Embos dengan mengklik menu Layer >LayerStyle >Bevel and Embos (tambahkankan pengaturan lain jika Anda mau seperti drop shadow, inner shadow, outer glow, dll) klik OK jika sudah.
  6. Save dahulu pekerjaan Anda bagian pertama ini.
Bagian Kedua (Membuat Animasi Teks Banner “berkedip-kedip”)
  1. Masih di Adobe Photoshop CS2 dengan banner Anda yang sudah setengah jadi pada bagian pertama di atas.
  2. Berpindahlah sekarang ke dalam menu editing Adobe ImageReady CS2 dengan mengklik menu File >Edit in ImageReady (Ctrl+Shift+M). Tunggu sebentar, maka lembar kerja Adobe ImageReady CS2 akan terbuka.
  3. Perhatikan, untuk membuat animasi “teks berkedip” Windows Animasi harus tersedia, jika belum ada, Anda bisa memunculkannya dengan mengklik menu Window>Animation.
  4. Untuk membuat animasi, pertama-tama kita akan bekerja dengan menu Layers. Klik ikon mata pada layer teks nama Anda. Sehingga ikon mata tidak terlihat dan otomatis teks nama Anda pun tidak terlihat. Sedangkan untuk bingkai biarkan saja terlihat.
  5. Pindahlah ke jendela Animation, lalu klik ikon Duplicate Current Frame. Anda sekarang mempunyai dua frame di jendela animation. Klik ikon mata pada layer teks nama Anda sehingga terlihat. Hasilnya frame pertama teks nama Anda tidak terlihat sedangkan pada frame yang kedua teks nama Anda terlihat.
  6. Sekarang aturlah waktu “teks berkedip” pada jendela Animation. Klik pada Selects Frame Delay Time di bawah frame pertama dan kedua di jendela animation. Contoh: Beri waktu 0.5 pada kedua frame.
  7. Untuk mencoba animasi teks Anda klik Plays/Stops Animation masih di jendela animation.
  8. Kalau waktu berkedipnya sudah terasa cukup (tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat)
  9. Langkah berikutnya, simpan pekerjaan Anda dengan mengklik menu File >Save Optimized (Ctrl+Alt+S). Pada Save as Type Anda pilih extensi Image Only (*.gif) klik Save.
Bagian Ketiga (Ubah File GIF Anda Dalam Bentuk URL):
  1. Untuk mengubah file gif dalam bentuk URL, Anda memerlukan web yang menyediakan layanan tersebut. Dan ternyata banyak sekali web yang menyediakan layanan secara gratisan, free atau orang malay biang ‘percuma’ ^_^ diantaranya Photobucket, servimg, dan layanan gratis lainnya. Atau jika Anda sudah memiliki account gmail Anda bisa mengaktifkan googlepages dan mengupload file photo disana, atau bisa juga dengan menggunakan layanan Picasa dengan menggunakan account gmail juga.
  2. Namun untuk mempermudah saya anjurkan untuk menggunakan layanan dari servimg karena Anda cukup mendaftar dengan account email yang manapun dan tanpa adanya email aktivasi. Cukup mendaftar, login dan Anda bisa langsung mengupload photo.
Bagian Keempat (Memasang Banner Di Blog Sendiri dan Menyediakan Tag HTML untuk Tukar Link)
  1. Diantara keempat bagian ini, rasanya bagian terakhir yang paling menarik dan mendebarkan ^_^. Khususnya untuk saya. (karena salah sedikit saja memberikan tag HTML bisa hancur semuanya)
  2. Ok, setelah mempunyai URL banner, Anda memerlukan Tag HTML agar bisa disimpan pada elemen html yang ditempatkan di sidebar blog sekaligus untuk memudahkan bertukar link. Dan saat seseorang mengklik banner Anda di blog lain (yang telah bertukar link) langsung di arahkan menuju blog Anda, seperti halnya di bawah,

hakimtea.com
Tag HTMLnya sebagai berikut,



NAMA-ANDA.BLOGSPOT.COM



Tukeran Link Yuk...!
Silahkan copy kode di atas...!
Saya akan segera link balik...!
Anda tinggal mengganti:
  • URL-BLOG-ANDA: (contoh, URL blog saya yang “dulu” http://hakimtea.blogspot.com)*
  • NAMA-ANDA.BLOGSPOT.COM: (contoh nama blog saya, Hakimtea.Blogspot.Com)*
  • URL-GAMBAR-ANDA: (contoh URL gambar saya, http://i27.servimg.com/u/f27/11/83/04/92/banner10.gif)*
* NOTE: perhatikan pergantiannya 2 kali; satu agar tampil langsung sebagai banner Anda dan yang satu lagi tampil di teks area untuk memudahkan blogger lain mengcopy-paste kode HTML banner Anda.
Sebagai contoh saya masukan URL Blog, Nama blog, dan URL gambar “saya” ke dalam tag HTML di atas, maka kodenya jadi seperti di bawah ini,



hakimtea.blogspotcom



Tukeran Link Yuk...!
Silahkan copy kode di atas...!
Saya akan segera link balik...!

thanks to http://hakimtea.com/

05/10/10

10 blogger terbaik indonesia

 saya memang seorang blogger pemula, tapi jujur saya salut pada mereka-mereka yang bisa dikatakan blogger profesional dan hebat milik Indonesia.
Yang jelas blog ini sudah di seleksi dengan menggunakan parameter dari Google Page Rank, Yahoo Link Count, Bloglines RSS Subscribers, del.icio.us.Social Bookmarks, Technorati Blog Rank, dan Alexa Traffic Rank Sepuluh blogger yang menempati ranking teratas yaitu :
1. Priyadi (http://priyadi.net/)
2. Cosa Aranda (http://cosaaranda.com/)
3. Blogombal (http://blogombal.org/)
4. Wimar Witoelar (http://www.perspektif.net/)
5. Maseko (http://maseko.com/),
6. Budi Rahardjo (http://rahard.wordpress.com/)
7. Ndoro Kakung (http://ndorokakung.com/)
8. Raditya Dika (http://radityadika.com/)
9. Jakartass (http://jakartass.blogspot.com/)
10. Gerakan Bawah Tanah (http://gbt.blogspot.com/)